Tugas Softskill: Contoh Kasus Pelanggaran Etika Dunia Maya

on Rabu, 30 April 2014
Contoh Kasus 1 - Kasus Danang Sutowijoyo si Pembunuh Kucing

Danang Sutowijoyo


Tembak Kucing, Danang Sutowijoyo Menuai Kecaman di Twitter

KOMPAS.com — Danang Sutowijoyo, seorang warga, menuai kecaman setelah melakukan aksi penembakan terhadap kucing dan memamerkan foto kucing yang telah mati di media sosial miliknya.

Kecaman muncul di media sosial Twitter setelah Danang mengunggah foto kucing yang ditembaknya di media sosial Path baru-baru ini.

Foto yang diunggah di Path disertai dengan kalimat yang menunjukkan bahwa ia bangga telah menggunakan senapannya untuk membunuh kucing.

"Anak kucing ini meregang nyawa di ujung laras Sharp TIGER baru saya. Kucing naas ini menjadi korban keganasan proyektil kaliber 4,5 mm yang dilesatkan senapan baru saya. Kucing ini saya tembak dari jarak sekitar 20 meter dengan kekuatan 12 kali pompaan. Hasilnya, peluru menembus bagian rahang kucing dan melaju terus hingga keluar dari wajah kucing. Kucing sempat mengalami kejang-kejang dan akhirnya mati 2 menit kemudian. 1 shot 1 kill. hahahaha....," demikian dikatakan Danang.

Melihat foto Danang di Path, sejumlah pengguna Twitter kemudian mem-posting ulang foto Danang di Twitter dengan disertai ragam tweet kecaman.

"Gk punya hati lo, kucing lo tembak dengan senapan, bangga amat lu nembak kucing trs update ke Path," demikian tweet akun @TegarrF.

"Nih orang namanya @dominico_danang si biadab yg dgn bangganya mamerin foto anak kucing mati yg dia tembak. Mudah2an lo dpt balesannya!" demikian tweet lain dari @SirAlfin.

Entah akibat banyaknya mention yang disertai kecaman, akun Twitter Danang Sutowijoyo kini sudah tak bisa dibuka lagi.

Menurut penelusuran Kompas.com, aksi penembakan terhadap kucing dilakukan Danang tak cuma sekali dan tak baru-baru ini. Di akun Facebook-nya, tanggal 3 Mei 2013, Danang juga telah mengunggah foto kucing yang berhasil ditembaknya disertai status, "Mancing Mania Mantaaaaap..!! Ini adalah kucing ke 5 yang berhasil dibantai." Saat itu, ragam kecaman dari teman Danang sebenarnya telah muncul. Namun, itu tak mempan bagi Danang. "Woh… Sangat sangat tak tentang nek iki.. Sangat tidak lucu, tidak ada wangun2nya, dan ga ada yg pantes di banggain… Sorry to say,.rak seneng aku jujur wae," demikian komentar teman Danang, Kanina Sistha Sekar Tanjung. Namun, Danang berbalik komentar, "menentang koq di halaman fb nya orang salah tempat ente jadi anggota WWF no publikasi selamatkan kucing; lagian apa ruginya buatmu senapan2 saya peluru2 saya masalah buat lo." Sejumlah pengguna Twitter mengingatkan bahwa Danang bisa dipidanakan berdasarkan KUHP Pasal 302. Tindakan melukai hewan hingga cacat atau mati bisa menyebabkan seseorang dibui selama sembilan bulan.

sumber


Tembak Kucing, Danang Sutowijoyo Dilaporkan ke Polisi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi pencinta binatang Animal Defenders Indonesia mendatangi Mapolres Sleman, Rabu (5/3/2014) sekira pukul 15.25 WIB, untuk melaporkan aksi penembakan kucing yang diunggah di media sosial oleh pemilik akun Danang Sutowijoyo pada bulan Mei 2013.

"Kami ke sini (Mapolres Sleman) untuk melaporkan aksi penembakan satwa, yakni kucing yang diunggah di media Twitter dan Facebook pada bulan Mei 2013 lalu," kata Ganisha Bimadhistya dari Divisi Hukum Yayasan Animal Defenders di sela penyerahan laporan.

Laporan tersebut dilayangkan berdasarkan informasi bahwa pemilik akun tersebut berdomisili di Sleman. Selain itu, menurut Ganisha, tempat aksi penembakan kucing juga terjadi di wilayah hukum Polres Sleman.

"Informasinya seperti itu bahwa pelaku berdomisili di Sleman dan aksi penembakan kucing di sekitar rumahnya," tandasnya.

Begitu tiba, tiga perwakilan dari Yayasan Animal Defenders Indonesia langsung masuk ke ruangan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Mapolres Sleman. Ketiganya lantas ditemui oleh Brigadir Jueni untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP).

sumber


Tenar Gara-gara Tembak Kucing, Danang Kehilangan Pekerjaan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setelah namanya mendadak tenar di media sosial terkait kasus menembak kucing, Danang Sulistyo kehilangan pekerjaanya sebagai customer service di sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA). Pemilik akun Facebook dengan nama Danang Sutowijoyo ini berhenti bekerja sejak Selasa (4/3/2014).

"Sekarang saya jadi pengangguran. Kerjaannya tidur, makan, tidur, makan," ucap Danang Sulistyo, saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Dusun Jomblang, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Kamis (6/3/2014) sore.

Danang menuturkan, sudah dua tahun bekerja sebagai customer service di perusahaan tersebut. Sejak kabar tentang dirinya mencuat di media sosial serta media lokal dan nasional, perusahaan menghubunginya dan memberhentikannya untuk sementara. Dia mengatakan, ada kekhawatiran, persoalan yang menimpa Danang akan berimbas ke perusahaan.

"Ada ketakutan karena pemberitaan begitu santer terlebih karena perusahaan penanaman modal asing harus menjaga nama. Dari pada dibekukan (diberhentikan sementara), saya memilih diberhentikan," ucapnya.

Menurutnya, selama ini pekerjaan sebagai sebagai customer service di perusahaan tersebut menjadi andalannya dalam menghidupi keluarganya. Setelah berhenti, Danang mengaku kini lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama keluarga saja.

"Jangan takut tidak bisa makan, yen obah mesti mamah (selama mau berusaha pasti ada jalan untuk dapat rejeki)," tuturnya.

sumber


Danang "Si Penembak Kucing" Kini Sering Terima Teror

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Setelah nama Danang Sulistyo menjadi masyhur di jagat maya Tanah Air karena ulahnya menembak seekor kucing dan kemudian menggunggah fotonya di jejaring sosial, kini dia mengaku kerap mendapatkan teror telepon.

Danang yang ditemui di rumahnya di Dusun Jomblang, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Kamis (6/3/2014) sore, kemarin, mengaku kerap mendapat telepon dari orang tak dikenal.

Bahkan, foto istri serta anak pertama yang masih balita sempat disangkutpautkan dan diunggah ke media sosial. "Saya juga tidak tahu dapat nomor dari siapa," ujar Danang.

Danang mengaku menemukan foto tersebut di salah satu forum media sosial. Mereka disangkutkan dengan isu soal penembakan kucing. Foto-foto tersebut diambil oleh seseorang dari galeri foto di akun Facebook-nya.

Namun, siapa orangnya, Danang tidak mengetahui dan tidak ingin mencari tahu. "Tapi, sekarang sudah dihapus," ujarnya.

Danang menegaskan, persoalan penembakan kucing tidak ada sangkut pautnya dengan istrinya, apalagi anak pertamanya yang masih balita. "Permasalahan ini tentang saya, jadi cukup saya saja yang disangkutpautkan," ucapnya.

Terkait pelaporan ke polisi oleh Animal Defenders Indonesia, Danang menyatakan siap jika kasus penembakan kucing akan dilanjutkan ke ranah hukum. Ia pun tidak akan lari dari permasalahan ini.

"Selama saya benar kenapa harus takut. Saya tidak akan lari dan siap dibawa ke ranah apa pun," katanya.

sumber

Contoh Kasus 2 - Kasus

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Jika sekiranya informasi yang saya berikan berguna buat kalian, silahkan isi kotak komentarnya :D